Tidak ada izin impor ikan kembung

Kementerian Kelautan dan Perikanan mengaku tidak pernah memberikan izin impor ikan kembung dan tidak akan memberikan ikan, tetapi hanya mengatur agar tidak membanjiri pasar domestik.

Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pemasaran Perikanan (P2HPP) Kementerian Kelautan dan Perikanan Victor P.H. Nikijuluw mengatakan ikan yang kini ditahan di Pelabuhan Tanjung Priok bukanlah jenis ikan kembung yang berada di perairan Indonesia.

“Kita berikan pada unit pengolahan ikan (UPI) untuk komoditas yang tidak dari laut kita. Dalam rangka melindungi dan mengamankan produsen yang injured atau terluka dari banyaknya impor,” ujarnya kepada wartawan, hari ini.

Dia menjelaskan ikan kembung memakai nama dagang mackarel. Sementara mackarel ini ada beberapa species. Jenis ikan indonesia ini namanya Indian Mackarel atau yang disebut dengan ikan kembung. Ada lagi jenis mackarel yg lain, yakni spanish mackarel atau tenggiri. Ikan jenis ini berasal dari Spanyol.

Terakhir adalah pacific mackarel atau ikan salem. Pacific mackarel itu hanya hidup di utara perairan Jepang, China, sampai ke utara ke teluk California. Pacific mackarel ini ikan yg paling murah karena sebagai ikan pengganggu. Pacific mackarel ini paling banyak sekali diimpor dari China. Ikan-ikan tersebut ditaruh di cold storage yang sangat banyak. Ikan ini tidak dimakan masyarakat, tapi lebih banyak untuk bahan makanan hewan. Sekarang ini hampir seluruh produsen pindang di indonesia pakai bahan baku salem.

“Jangan bilang ikan kembung. Kita tidak impor kembung. Yang kemarin reekspor itu bukan ikan kembung. Hanya menggunakan nama dagang sama yakni mackarel. Tapi mackarel yang mana, kalau yang di Indonesia itu namanya India mackarel atau kembung,” ujarnya.

Dia menambahkan sikap KKP memerintahkan reekspor ikan-ikan tersebut bukan sentimen terhadap gempuran produk China di tengah perdagangan bebas ACFTA. Ikan-ikan impor itu merupakan ilegal atau tidak ada izin. “Berdasarkan Peraturan Menteri KKP No. 17 Tahun 2010 tentang pembatasan impor, kita harus lindungi produk ikan dalam negeri. Permen tiu tidak ditujukan ke negara China saja, tapi ke semua negara,” tegasnya.

Victor juga mengklaim, pembatasan ikan impor telah berdampak pada di pasar. Saat ini mulai naik dalam kisaran Rp1000-Rp2000. Kenaikan harga itu tentu sangat menguntungkan para nelayan.(msb)

(disalin dari http://www.bisnis.com/ekonomi/perdagangan/21253-tidak-ada-izin-impor-ikan-kembung)

Artikel Lain :