Terminal Peti Kemas Koja Berupaya Raih “ISPS Code”

Terminal Peti Kemas Koja Berupaya Raih “ Semua pihak yang terlibat dalam penyelesaian kasus di Tanjung Priok harus mampu mengakomodasikan dua kepentingan yang berbeda. Seperti kepentingan Terminal Peti Kemas (TPK) Koja untuk mendapatkan pengakuan internasional berupa ISPS (International Ships and Port Security) Code, dan kepentingan masyarakat yang mempertahankan makam Mbah Priuk sebagai simbol siar Islam dan cagar budaya Islam.

“Kedua kepentingan yang dilematis itu harus segera diwujudkan sebagai solusi pemecahan kasus berdarah di Tanjung Priok yang terjadi Rabu lalu.” kata Hanafi Rustandi. Presiden Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI) yangjuga adalah Ketua ITF (International Transport Workers Federation) Asia/Pasifik, di Jakarta. Kamis (15/4).

Ia menjelaskan. ISPS Code juga memberikan peluang bagi siapapun untuk mengakses wilayah pelabuhan sepanjang mempunyai tanda pengenal khusus yang dikeluarkan oleh otoritas pelabuhan setempat. Masyarakat yang akan mengunjungi cagar budaya tersebut harus mendapatkan pas masuk dari pihak pelabuhan, karena areal tersebut berada di lingkungan kerja pelabuhan.

Mereka juga perlu mendapat pengawalan dari petugas keamanan pelabuhan, agar kunjungan masyarakat tersebut tidak mengganggu kegiatan bongkar muat di TPK Koja. Terkait masalah ini. lanjut Hanafi. Pemda DKI harus segera memenuhi keinginan masyarakat Tanjung Priok yang-tetap mempertahankan makam Mbah Priuk di kawasan pelabuhan.

“Pemugaran makam tidak bertentangan dengan penerapan ISPS Code yang harus dilaksanakan pelabuhan lingkat Internasional,” tegasnya. Menurut Hanafi. TPK Kojaadalah pelabuhan, yang dioperasikan secara patungan antara PT Pelindo II (51 persen) dengan Hutchinson. sebuah perusahaan internasional yang berpusat di Hongkong (49 persen).

Sebagai pelabuhan Internasional, TPK Koja harus mendapatkan sertifikat ISPS Code yang dikeluarkan oleh IMO (International Maritime Organization). ISPS Code merupakan perangkat aturan untuk mengamankan kapal dan fasilitas pelabuhan. Ketentuan ini muncul setelah terjadinya serangan 9 September 2001 di Amerika Serikat.

Itu sebabnya IMO lalu membuat aturan internasional (ISPS Code) yang disetujui melalui penandatanganan konvensi Safety Of Life At Sea (SOLAS) di London pada Desember 2002. ISPS Code diberlakukan di seluruh dunia sejak 1 Juli 2004. termasuk pelabuhan internasional di Indonesia.

Kegiatan ekspor impor

Menko Perekonomian Hatta Radjasa di tempat terpisah mengatakan, bentrokan berdarah antara masyarakat Koja, Jakarta Utara dengan Satpol PP tidak menghambat-an laju ekspor impor. Dengan kejadian tersebut tidak ada ekspor yang terhambat. Hal itu akibat beberapa pintu tetap terbuka. Jadi, tidak semuanya terblokir dan tidak ada perjalanan ekspor yang terhambat.

“Masih ada alternatif Jalan lain di kawasan Tanjung Priok untuk kegiatan di Pelabuhan. Jadi, tidak semuanya terblokir dan tak ada kegiatan ekspor terhambat karena peristiwa Koja.” Jelas Hatta. Menteri Perhubungan. Freddy Numberi juga membenarkan tidak ada perjalanan peti kemas yang terganggu akibat bentrokan di Koja. Jakarta Utara.

“Rabu kemarin (14/4) cuma pada slang hari yang terhambat, cuma shijl dua dan yiga. Tapi shift setelah itu lancar. Tidak ada masalah,” ujarnya. Freddy menjamin kerusuhan Koja tidak mengganggu kegiatan ekspor dan impor di Pelabuhan Tanjung Priok. “Ekspor berjalan normal, itu kan khusus Koja saja.” uja-nya.

Insiden berdarah yang terjadi di Tanjung Priok disinyalir sudah tidak mengganggu transportasi truk kontainer. Saat ini. Jalur yang kemarin terhambat sudah lancar kembali. Menurut Freddy, kerusuhan Koja merupakan urusan Pemerintah Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta dengan Pelindo II.

Dia juga menyampaikan rasa terimakasih kepada masyarakat yang telah membantu kelancaran transportasi di Tanjung Priok. “Kemarin memang Koja terganggu, tapi yang lainnya lancar. Kami terima kasih pada semua pihak dan masyarakat yang telah membantu,” ujarnya.

Advertorial : Jika perusahaan anda hendak melakukan impor tetapi tidak repot, silakan percayakan kami PT. Jorindo Sakti Utama Perusahaaan Jasa Impor.

Artikel Lain :