Pelaksanaan Tender Proyek Terminal Pelabuhan Kalibaru Utara

Kementerian Perhubungan akan membuat tim asistensi interdep dan tim panitia lelang untuk pelaksanaan tender proyek Terminal Pelabuhan Kalibaru Utara pada pekan ini. Dengan demikian tender pra kualifikasi akan dapat digelar sesuai target, paling lama awal Mei 2011.

Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono menyampaikan akan ada tim asistensi interdep merupakan tim yang terdiri dari Kemenhub, Bappenas, Menko Perekonomian, dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Pada saat yang sama juga akan dibentuk tim panitia lelang.

“Yang pasti untuk tim interdep ini yakni Menko, Bappenas, dan BKPM. Tim ini akan dibentuk Kemenhub pada minggu depan [pekan ini],” kata Wamen di Jakarta, akhir pekan.

Bambang menambahkan menko akan bertindak sebagai koordinator tim. Dibentuknya tim interdep ini karena pembangunan proyek Terminal Pelabuhan Kalibaru Utara yang merupakan pengembangan dari Pelabuhan Tanjung Priok, banyak melibatkan instansi di luar Kemenhub.

Contohnya pembangunan akses jembatan melalui jalan Digul, di Koja, Jakarta Utara. Selain itu mengenai ketentuan investasi penanaman modal untuk investor yang ikut tender.

Dalam rencana induk yang dikeluarkan Kemenhub pada April 2011 disebutkan tender pra kualifikasi proyek Terminal Pelabuhan Kalibaru Utara pada minggu keempat April 2011. Pembangunan akan menggunakan konsep rencana induk terbaru yakni adanya akses jembatan melalui jalan Digul, Kelurahan Koja, Jakarta Utara.

Menteri Perhubungan Freddy Numberi menyampaikan penyelenggaraan pembangunan terminal Kalibaru Utara ini akan dilakukan sesuai jadwal berdasarkan rencana induk pelabuhan yang telah ditetapkan. Berdasarkan jadwal tersebut, kemenhub akan melaporkan perihal persiapan pelelangan ke wakil presiden pada minggu ketiga April 2011. Pada saat yang sama juga dilakukan pembentukan tim panitia lelang dan tim asistensi.

“Dengan demikian, pra kualifikasi akan digelar pada minggu keempat April hingga minggu pertama Juni 2011,” tutur Menhub.

Proses lelang akan mulai digelar setelah itu, yakni minggu kedua Juni hingga minggu ketiga Agustus 2011.

“Pada minggu ketiga September kami targetkan sudah dapat dilakukan penandatanganan prasasti pembangunan, atau peletakkan batu pertama,” tambah Freddy. Terminal baru ini ditargetkan sudah mulai beroperasi pada triwulan ketiga 2013.

Jembatan dari jalan Digul

Dalam rencana induk terbaru, akan menambah alur masuk kapal, yakni alur masuk barat dan alur masuk timur. “Pada 1980-an, terjadi kebakaran kapal di terminal 2, kapal di terminal lainnya tidak bisa keluar karena alurnya atau pintunya cuma satu, makanya untuk pengembangan kali ini kami putuskan menjadi dua alur,” tutur Menhub.

Dalam rencana induk terbaru ini juga ada tiga alternatif pengembangan proyek terminal Kalibaru Utara, namun kemenhub menetapkan untuk menggunakan konsep alternatif kedua yakni terminal kontainer Kalibaru Utara seluas 77 hektare (ha) menggunakan akses jembatan melalui Jalan Digul, di Kelurahan Koja, Jakarta Utara.

Dengan membangun jembatan dari jalan Digul ini, akan membagi alur atau kolam pelabuhan dan tidak memerlukan adanya pembebasan lahan. Sedangkan dengan alternatif pertama yakni terminal kontainer 77 ha menggunakan akses jembatan melewati Kalibaru Barat, sehingga akan ada pembebasan lahan di beberapa titik. Alternatif ketiga, terminal kontainer 45 ha, akses jembatan melalui daerah Kalibaru Barat, sehingga akan menutup sebagian akses yang biasa digunakan sebagai alur keluar masuknya kapal nelayan.

“Jadi pengembangan alternatif 1 dan 3 memungkinkan terjadinya dampak sosial bagi lingkungan sekitar pelabuhan. Dengan alternatif 2, tidak akan menggusur nelayan yang berjumlah 155 kepala keluarga di daerah Kalibaru,” tutur Menhub.

Pembangunan jembatan dengan titik tertinggi 50 meter, panjang 700 m, akan menelan dana Rp969,41 miliar. Dengan demikian perkiraan biaya pembangunan jalan dan jembatan melalui jalan Digul akan mencapai Rp2,15 triliun. Jembatan ini akan menghubungkan Pelabuhan Tanjung Priok dengan terminal Kalibaru Utara yang merupakan lahan hasil reklamasi laut. (dj)

Artikel Lain :