Pelabuhan Tanjung Priok

Pelabuhan Tanjung Priok adalah pelabuhan terbesar dan tersibuk di Indonesia yang terletak di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Pelabuhan ini berfungsi sebagai pintu gerbang arus keluar masuk barang maupun barang antar pulau. Nama Tanjung Priok diambil dari nama salah satu habib penyebar agama islam pertama di daerah Jakarta Utara yang tewas akibat kapal karam.
Fasilitas pelayanan yang dimiliki oleh cukup memadai untuk melayani arus keluar masuk barang baik berupa barang curah, konvensional maupun container. Terminal pelayanan peti kemas ekspor-impor di pelabuhan ini ada 5 terminal yaitu:

1. Jakarta I (JICT I)
2. Jakarta International Container Terminal II (JICT II)
3. (TPJ Koja)
4. Mustika Alam Lestari (MAL)
5. Multi Terminal Indonesia (MTI)

Pengiriman Barang di Tanjung Priok Capai 79%
(Okezone Kamis, 2 September 2010-08:32wib Andina Meryani)

Jumlah direct shipment (pengiriman barang langsung dari dan menuju) pelabuhan Tanjung Priok mengalami peningkatan yang cukup pesat.
Hingga Juli lalu, direct shipment di pelabuhan Tanjung Priok mencapai 79 persen atau meningkat tajam dibanding dengan pencapaian tahun lalu yang hanya berada di bawah 50 persen. Artinya, hanya 21 persen saja pengiriman barang yang masih transit di pelabuhan Singapura.
Direktur Utama PT Pelindo II (Persero) RJ Lino menilai bahwa pencapaian tersebut disebabkan oleh peningkatan produktivitas Pelindo II di pelabuhan Tanjung Priok.
“Waktu saya masuk tahun lalu, direct shipment dari Priok langsung ke tujuan, bolak balik, tahun lalu kurang dari 50 persen (yang enggak lewat Singapura), tapi di bulan Juli tahun ini sudah 79 persen itu langsung ke pelabuhan tujuan. Jadi yang lewat Singapura itu sudah kurang dari 21 persen, itu karena peningkatan produkstivitas kita seperti pelayanan 24 jam,” ujarnya saat buka puasa bersama wartawan di Penang Bistro Restoran, Jalan Kebon Sirih Raya, Jakarta, Rabu (1/9/2010) malam.
Untuk terus meningkatkan produktivitas pelayanan di pelabuhan Tanjung Priok, pihaknya mengakui bahwa saat ini ada investor asal Inggris yang berminat untuk ikut mengelola pelabuhan Tanjung Priok bersama dengan Pelindo II.
Lino mengaku bahwa dirinya dan Dubes Inggris Martin Hatfull sudah melakukan pembicaraan terkait hal tersebut. “Inggris berminat di situ (Tanjung Priok), pastinya swasta tapi kita belum tahu. Nanti mereka jadi strategic partner pengelolaan di Priok dulu,” jumlah arus barang yang masuk di Pelabuhan Tanjung Priok khusus kontainer setiap harinya tercatat meningkat.
Jika dihitung per tahun, peningkatannya mencapai 13-15 persen.
Menurut Wakil Ketua Umum bidang Perhubungan Kadin DKI Jakarta, Syafrizal idealnya beban dari tiap kontainer ini tidak boleh sama dengan luas area.
“Penumpukan barang overload hingga lebih dari 100 persen. Seharusnya, penumpukan barang ini hanya 70 persen atau paling banyak 80 persen. Tapi sekarang ini jumlahnya sudah lebih, sampai 140 persen,” ungkapnya saat dihubungi wartawan, di Jakarta, Jumat (21/1/2011).
Dia menambahkan bila penumpukan barang kontainer harus digeser ke tempat lain. Dalam artian terjadi pergeseran tempat dan membutuhkan biaya lagi. Dikatakannya, untuk pergeseran satu kontainer, biaya yang harus dikeluarkan sekitar Rp1 juta-Rp2 juta. Sementara setiap hari, barang kontainer yang digeser jumlahnya lebih dari 300 barang kontainer.
“Sedikitnya dibutuhkan waktu lima tahun untuk membenahi infrastukutur. Paling lama itu 10 tahun. Tapi, sekarang ini kebutuhannya sudah sangat mendesak. Jadi harus segera dilakukan,” harapnya.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto mengatakan saat ini pelabuhan Tanjung Priok sudah jauh lebih baik. Dilihat dari waktu, pengoperasiannya sudah 24 jam. “Bongkar pasang sudah berjalan 24 jam dan itu sudah bagus,” katanya.
Sebelumnya, Asisten Perekonomian DKI Jakarta, Hasan Basri Saleh mengatakan Pemprov DKI tidak bisa menyelesaikan masalah pembangunan tersebut sendirian. Apalagi banyak permasalahan yang dihadapi Jakarta, sehingga semuanya harus dibicarakan dengan pemerintah pusat.
“DKI tidak bisa menyelesaikan Jakarta sendirian karena ada batasannya dan itu harus ada kerja sama dengan Pemerintah pusat. Artikel ini diposting di blog ini dengan judul Pelabuhan Tanjung Priuk.

Artikel Lain :