Importir Sepakat Reekspor Daging Ilegal

Kementerian Pertanian menyatakan keputusan reeksport telah disepakati oleh seluruh pemilik 52 daging yang masih tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok karena tidak dilengkapi dokumen Surat Persetujuan Pemasukan. direncanakan dilakukan awal Mei nanti.

Demikian pernyataan tertulis yang diterima Media Indonesia dari Kepala Badan Karantina Kementerian Pertanian Banun Harpini, Kamis (28/4). Reekspor akan dilakukan secara bertahap dan mulai dilakukan pada 1 Mei mendatang. Semua dokumen administrasi reeskpor sudah selesai dirumuskan oleh Bea Cukai pada 20 April lalu. Sehingga kini tinggal tunggu ketersediaan kapal saja.

Menurut Banun, seluruh importir 51 kontainer sudah setuju untuk mengikuti peraturan untuk dilakukan reekspor. Sebab, 2 importir daging yang mengajukan gugatan yakni PT Anzindo Gratia International (18 kontainer) dan PT Berkat Mitra Mandiri Prima (7 kontainer) sudah mencabut gugatan mereka dari PTUN.

“Seluruh importir 51 kontainer sudah setuju untuk reekspor. Gugatan importir juga tinggal menunggu keputusan disahkannya pencabutan gugatan oleh pengadilan. Karena tidak bisa pencabutan gugatan langsung selesai begitu saja, butuh waktu hingga disahkan kalau dicabut,” jelasnya.

Tahap awal reekspor kontainer akan segera diberangkatkan ke negara asal, diantaranya ke Selandia Baru, Amerika Serikat, dan Australia. Sedangkan sisanya 25 kontainer, masih harus menunggu keputusan pengadilan tata usaha negara (PTUN). “Tapi pada 1 Mei nanti yang sudah siap dikapalkan untuk reekspor sebanyak 11 kontainer,” ujarnya.

Dia juga menargetkan keseluruhan proses reekspor 51 kontainer daging ilegal bisa selesai dalam dua minggu. “Karena proses reekspor tergantung ketersediaan ,” kata Banun.

Artikel Lain :