Ekspedisi Pengiriman Barang

Ekspedisi Pengiriman Barang; Salah satu hal yang harus diperhatikan dalam menunjang kelancaraan pendistribusian arus barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu badan usaha adalah perusahaan yang bergerak di dalam jasa pelayanan pengiriman. Kita menyadari bersama bahwa perusahaan yang bergerak di bidang ini sangat diperlukan dalam proses percepatan arus informasi dan penyampaian barang dari produsen kepada konsumen.

Ekspedisi Muatan Kapal Laut
Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL) mempunyai dua peranan, yang pertama adalah sebagai Forwarder atau sebagai konsolidari muatan, tugasnya adalah bertanggung jawab dalam muatan di agen pelayaran. Sedang peranan yang kedua adalah sebagai wakil eksportir yang dimanan Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL) dapat bertindak sebagai pemilik barang ekspor dan bertanggung jawab penuh terhadap ekspor, termasuk mengurusi dokumen ekspor.
Hambatan-hambatan yang dihadapi Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL) antara lain:

  1. Peraturan: lambatnya pelayaran yang terjadi di perusahan pelayaran dalam pengambilan D/O, sehingga sering terjadi penundaan yang akan menyebabkan penyerahan kepada penerima akan terlambat.
  2. Pengurusan Dokumen: adanya dokumen yang tidak jelas menerangkan kondisi barangnya akibatnya petugas bea dan cukai tidak yakin atau curiga akan kebenaran kondisi barang sehingga akan dilakukan pemeriksaan terhadap barang.
  3. Tranportasi: tarif angkutan lokal yang cukup mahal.
  4. Keterbatasan peralatan bongkar muat di Container Yard (CY) sehingga bila terjadi pengambilan Container oleh Trailer secara bersamaan mengakibatkan antrian yang cukup panjang.

Untuk menarik calon eksportir sebaiknya gedung harus direnofasi karena keadaan gedung yang sudah tua, serta peletakan papan nama yang kurang strategis harus di pindahkan ke tempat yang mudah dilihat oleh masyarakat luas maupun oleh Costomer. E.M.K.L yang menjalankan fungsi/peran sebagai Customs Brooker/PPJK ini cukup banyak jumlahnya di Indonesia baik yang mempunyai skala Nasional maupun yang Regional.

Sebuah E.M.K.L disamping memberikan pelayanan pengaturan ekspedisi juga memberikan pelayanan jasa kepabean atau Customs Clearance baik untuk barang yang di ekspor maupun di impor, walaupun kualitas pelayanannya masih jauh ari yang diharapkan sebagai Customs Brooker yang juga menekan pelayanan konsultasi dalam pelaksanaan proses pabeaan sehingga pengguna jasa tidak sampai dikenakan biaya denda oleh Bea dan Cukai atas kesalahan yang terjadi dalam proses pabean ataupun lamanya proses pabean dan atau biaya lainnya yang cukup besar nilainya.

Tidak semua E.M.K.L yang mampu memberikan pelayanan untuk barang ekspor dapat memberikan pelayanan untuk barang impor dan demikian juga sebaliknya. Maka bukan suatu hal yang aneh bila sebuah perusahaan yang bergerak dalam ekspor dan impor memiliki setidaknya dua E.M.K.L  yang berbeda, masing masing sebagai partner pelaksana unuk ekspor ataupun impor. E.M.K.L dalam perkembangannya dalam memenuhi permintaan atas jasa pelayanan ekspedisi pengiriman barang dari satu titik ketitik tujuan yang dikahendaki. Tentunya dalam hal ini tidak lepas juga dari macam dan jenis pelayanan yang diminta oleh pengguna jasa yang sering kali bahkan menuntut suatu bentuk penanganan yang amat khusus dan istimewa.

Oleh karena itu E.M.K.L, yang telah berubah menjadi sebuah freight forwarder dapat juga sebagai disebut perancang dan pelaksasana ekspedisi pengiriman barang, sehingga peran sebagai pengangkut kembali disandang oleh freight forwarder karena adanya keterbatasan yang dimiliki oleh perusahaan pengangkutan. Sebagai contoh bilamana ekspedisi pengiriman barang dari Singapore ke New York yang melibatkan beberapa macam perusahaan pengangkutan. Dalam kasus ini barang diangkut dengan pesawat udara menuju Shanghai agar tidak ketinggalan Kapal laut yang diberangkatkan dari Shanghai menuju Los Angelos California dan selanjutnya diangkut dengan kereta  api dari Los Angelos ke New York untuk selanjutnya diserahkan kepada ppenerima barang. Memperhatikan rangkaian proses pengangkutan yang dijalani maka tidaklah pemilik kapal laut mau menerima jika disebut sebagai pengangkut barang sampai ke New York, dan demikian pula perusaahanan penerbangan dan kereta api mau bertanggung jawab sebagai pengangkut dikarenakan keterbatasan yang dimilikinya. Dengan demikian yang lebih layak disebut sebagai Pengangkut adalah freight forwarder yang menrancang, mengatur, meorganisir serta melaksanakan pengangkutan ini.

Menyadari kondisi tersebut diatas maka para pengguna jasa di negara yang sudah berkembang lebih memilih berhubungan dengan freight forwarder dari pada dengan perusahaan pengangkutan dikarenakan alasan efisiensi dan efektifitas ekspedisi pengiriman barang. Hal ini jutru terjadi yang sebaliknya di negara ini dimana para pengguna jasa lebih suka berhubungan langsung dengan perusahaan pengangkutan agar memperoleh freight yang lebih murah walaupun masih ditambahi urusan ekspedisi pengiriman barang yang jauh lebih rumit(Ironis bukan Bangsa ini). Bahkan banyak trading house terkemuka selalu memiliki freight forwarder sendiri dalam menunjjang aktifitas perdagangannya atau Perusahaan Logistik bagi trading company yang menuntut kualitas pelayanan ekspedisi pengiriman barang yang lebih memadai.

Mengingat freight forwarder merupakan perancang transportasi pengiriman barang sebagaimana layaknya seorang perancang, maka dalam proses perancangan itu tidak lepas dari gabungan aspek seni dan ilmu dalam menentukan rancangkan yang memadai. Namun dalam pelaksanannya sering kali terdapat ketidakseimbangan antara seni dan ilmu dalam melakukan perancanganan. Untuk mencapai suatu keseimbangan diperlukan improvisasi seni dan ilmu yang inter disipliner yang tepat dan akurat.

Di negara kita ini cukup mudah untuk dapat mencari freight forwarder, akan tetapi bila kita mencari freight forwarder yang handal mungkin hanya bisa dihitung dengan jari saja. Mengapa? Karena umumnya freight forwarder di rata-rata broker, baik itu freight broker, custom broker atau brooker lainnya.

PT. Jorindo Sakti Utama merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan jasa ekspedisi pengiriman barang, dalam meningkatkan pendapatan telah berupaya dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat pengguna layanan pengiriman barang, dan selalu memperhatikan keamanan dan percepatan penyampaian kepada alamat yang dituju. Hal ini dilakukan untuk lebih meningkatkan kepercayaan pengguna pengiriman barang.

Artikel Lain :