China Tuding Amerika Lakukan Praktik “Dumping”

Pemerintah China menemukan beberapa tanda-tanda (pemberlakuan harga lebih rendah terhadap barang-barang yang dijual kepada negara pengimpor) pada produk-produk otomotif yang diimpor China. Situasi ini membuat industri otomotif domestik China tertekan menciptakan persaingan tidak sehat.

sudah melakukan penyelidikan sejak November 2009 untuk melindungi produk lokal. Indikasinya, ekspor mobil ke China dari AS melonjak tiga kali lipat pada periode 2010 dibandingkan 2009, senilai 3,4 miliar dollar AS.

“Setelah penyelidikan dilakukan pihak menteri perdagangan (China) ditemukan sedan dan sport utility vehicle dengan mesin 2.5 liter ke atas terbukti melakukan aksi dumping karena mendapat subsidi,” jelas pihak menteri , seperti dilansir reuters (5/5/2011). Akibatnya, lanjut sumber tadi, industri otomotif domestik China ‘terluka’ cukup parah. Ada hubungan kuat antara praktik dumping, pemberian subsidi dan kerusakkan yang ditimbulkan.

Meski telah ditemukan indikasi dumping, pihak Customs Tariff Commission of the State Council (seperti Bea Cukai -di Indonesia) belum memutuskan akan melakukan aksi balasan anti-dumping dengan mengerek tarif bea masuk lebih tinggi. “Belum ada langkah yang dilakukan terhadap produk-produk yang masih di selidiki,” lanjut pihak kementerian.

Seperti diketahui, China merupakan pasar otomotif terpenting bagi merek mobil AS. Jika dikenakan bea anti-dumping, maka sejumlah produsen mobil dari luar China yang diperkirakan terkena adalah General Motors, Chrysler, cabang pemasaran BMW dan Mercedes-Benz di AS.

Sampai kini, menteri perdagangan masih terus menyelidiki terkait subsidi yang diberikan pemerintah AS terhadap produsen mobil, apakah menggunakan pemotongan pajak atau insentif langsung. Langkah selanjutnya akan diumumkan jika bukti sudah semakin kuat.

(diadaptasi dari http://otomotif.kompas.com/read/2011/05/06/08575072/China.Tuding.Amerika.Lakukan.Praktik.quot.Dumping.quot.)

Artikel Lain :